Objek wisata Kota NGAWI
Gunung Liliran
Terletak di desa Ketanggung Kecamatan Sine, berjarak kurang
lebih 47 Km dari Kota Ngawi. Obyek wisata ini bisa termasuk wisata alam
dan sipiritual . Pertama latar belakang pegunungan mempunyai daya tarik
panorama alam yang menakjubkan . Kedua fenomena sosial yang menjadi satu
agenda rutin adalah pada tanggal 1 Muharram ( 1 Suro ) banyak
dikunjungi oleh oarang – orang yang mempunyai maksud dan tujuan
tertentu. Sebagian dari mereka bersemadi di beberapa gua atau berziarah
ke Makam Joko Buduk.

Pemandangan dari puncak bukit memang sangat indah berupa pesawahan dan sungai yang meliuk ke arah utara menuju Bengawan Solo.
Pemandian Tawun
TAWUN, terletak di Desa Tawun Kec. Kasreman, arah timur 7 Km dari pusat
Kota Ngawi Jawa Timur. Berbagai Legenda terlahir dari tanah ini. Upacara
Ritual bersih Desa yang terkenal adalah DUK (KEDUK) Beji, yang setiap
tahunnya diadakan mampu menyedot pengunjung lokal maupun dari luar
Daerah.

Legenda Sendang Tawun (Duk Beji)) yang sebagian besar penduduknya adalah
Petani dengan jumlah 10 Dusun, antara lain Dsn Tawun 1 sampai 4,
kemudian Mencon, Beton, Bugel, Konten, Pucang dan terakhir Dusun “Dari”.
Kisah berawal pada abad 15. Konon Ki Ageng Tawun (biasa juga di sebut
Ki Ageng Mentaun) menemukan Sendang ( Mata Air) yang kemudian diberi
nama Sendang Tawun dan Ki Ageng Tawun kemudian menetap disana dan
dikaruniai 2 orang anak yaitu Raden Lodrojoyo dan Raden Hascaryo.
Sementara kedua putranya mempunyai kegemaran yang berbeda. Raden
Lodrojoyo lebih suka bertani. Sedang Raden Hascaryo lebih condong
belajar ilmu Kanuragan (Ilmu Olah Perang) dan berguru pada Raden
Sinorowito, putra Kesultanan Pajang, yang kala itu kebetulan sedang
berkelana bersama Ki Ageng Tawun dan menetap bersama keluarganya.
Berkat keuletan Olah Keprajuritan, Sultan Pajang berkenan menjadikan
Raden Hascaryo sebagai senopati Perang (Panglima). Bagaimanapun, Ki
Ageng Tawun akhirnya Gamang hatinya, dan memberikan Pusaka andalannya
yang berupa Selendang yang diberi nama Kyai CINDE sebagai bekal dalam
pergumulan perang antara Pajang dan Kerajaan Blambangan.
Kembali pada kesederhanaan hidup Raden Lodrojoyo, yang selalu dekat
dengan rakyat kecil. Keinginan kuatnya hanya satu, yakni bagaimana
caranya agar Mata Air (Sendang) TAWUN yang tak pernah surut airnya meski
kemarau panjang ini bisa mengalir di areal persawahan. Karena hanya
dengan cara itu, maka kebutuhan air di musim kemarau bisa tercukupi.
Suatu hari yang jatuh pada hari Jum’at Legi pukul 7 malam, dengan
memohon ijin Ramandanya, Raden Lodrojoyo, bertekat bulat melakukan
Semedi, dengan menjalani TAPA KUNGKUM (Berdo’a sambil merendamkan diri
di air), memohon petunjuk pada Tuhan yang Maha Esa agar diberi kemudahan
untuk membantu warganya yang kebanyakan kaum petani.
Dan tengah malam, warga dikagetkan dengan suara ledakan yang
menggelegar. Berbondong-bondonglah penduduk berhamburan keluar menuju
tempat ledakan berasal. Dan terbelalaklah pandangan mereka, begitu
mengetahui Sendang TAWUN telah pindah tempat kesebelah utara dengan
posisi lebih tinggi dari Areal persawahan Warga sehingga Air mengalir
deras menuju persawahan warga.
Namun, keberadaan Raden Lodrojoyo tidak ditemukan. Pencarian
dilakukan warga hingga menginjak Hari Selasa Kliwon dan meski sumber
mata air dikuras sampai habis, jasadnya tak pernah ditemukan. Dan Untuk
mengenang kejadian tersebut, hingga kini di Taman Wisata Tawun selalu
diadakan Ritual Adat Bersih Sendang (DUK BEJI) yang selalu tepat
mengambil hari Selasa Kliwon dalam setahun sekali.
Air Terjun Srambang
Air Terjun Srambang merupakan salah satu obyek wisata di
Kabupaten Ngawi yang berlokasi di kaki gunung Lawu, tepatnya berada di
Kecamatan Jogorogo sekitar 5 KM ke arah selatan dari pasar Jogorogo.
Ketinggian air terjun mencapai kurang lebih 25 meter. Lokasi air terjun
berdekatan dengan pondok pesantren Condro Mowo. Jika anda membawa
kendaraan sepeda motor anda bisa langsung menuju kesana.
Kebun Teh Jamus
Salah satu obyek wisata Kabupaten Ngawi adalah Kebun Teh Jamus.Kebun
teh ini di kelola oleh PT Candi Loka menawarkan eksotika tersendiri bagi
para wisatawan. Bernuansa tropis, hijau, sunyi, damai indah dan sejuk
merupakan gambaran dari suasana perkebunan teh Jamus yang terletak di
lereng Gunung Lawu sebelah utara, atau tepatnya di Desa Girikerto
Kecamatan Sine 40 Km kearah Barat daya kota Ngawi.
PT Candi Loka adalah yang memproduksi teh dan air mineral Jamus.
Disamping pabrik teh terdapat pula sumber Lanang, goa Jepang, bumi
perkemahan, Kolam renang anak dan Borobudur Hill.
Borobudur Hill yaitu bukit setinggi 35,4 meter yang terlihat seperti
lahan teh biasa, namun jika dipandang dari kejauhan nampak sebuah bukit
mirip berbentuk candi borobudur.Selain itu ada air terjun Grojogan Songo
Tuk Pakel,Ada pula makam tua pendiri Kebun Teh Jamus yaitu Van Der
Rappart (1826-1910) asal Belanda. Kawasan wisata di sini sengaja tidak
membangun hotel karena warga dan pengelola mempunyai konsep wisata alam
yang asri. Itulah keunggulannya dibanding tempat wisata lainnya,” kata
Dirut PT Candi Loka Jamus, Ir Purwanto. Meski tidak tersedia hotel,
menurut Purwanto wisatawan masih bisa menginap dengan menyewa rumah
penduduk di sekitar kebun. Ketinggian kebun teh ini sekitar 800 meter di
atas permukaan laut.Bekunjung ke kebun teh Jamus, memang tidak begitu
sulit.

Lokasi ini bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda empat maupun roda
dua. Setelah menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam, pengunjung akan tiba
dikawasan lereng gunung di Kecamatan Ngrambe. Ketika cuaca cerah, puncak
Gunung Lawu terasa kelihatan di depan mata. Namun, pada musim
penghujan, jangan berharap bisa melihat pemandangan seperti itu karena
selalu diliputi kabut tebal. Setelah tiba di Ngrambe, lanjutkan
perjalanan ke Desa Giri Kerto, sebuah desa wilayah Kecamatan Sine yang
berbatasan dengan Kecamatan Ngrambe.
Perjalanan dari kota Ngrambe ke kebun teh Jamus ditempuh kira-kira
tujuh kilometer. Dari kota kecil itu, hanya sesekali ada angkutan
perdesaan. Namun pengunjung bisa menggunakan ojek dengan tarif Rp10
ribu. Ketika pengunjung sampai di desa Giri Kerto perlu berhati-hati
karena kondisi jalan mulai terjal dan berkelok-kelok. Namun, di balik
tantangan itu, pengunjung akan mendapat pemandangan yang masih alami dan
indah.
Waduk Pondok
Waduk Pondok merupakan pilihan yang tepat bagi para pemancing. berada di
Desa Dero Kecamatan Bringin. Obyek wisata ini menawarkan keindahan
panorama air dan perbukitan. Selain itu setiap tahunnya oleh masyarakat
setempat diadakan upacara tradisional yang disebut keduk Beji. Kegiatan
lain yang secara rutin diadakan oleh Dinas Pariwisata dalam rangka
memperkenalkan keindahan obyek wisata ini adalah lomba mancing.

Fasilitas penunjang yang ada :
- Wisata Air Lengkap dengan perahu motornya
- Arena Pemancingan
- Balai Wisata
- Gardu Pandang
- Warung makan dan minum
- Arena Motor Cross
Sumber Air Panas Ketanggung
Sumber air panas Ketanggung terletak didesa Ketanggung Kecamatan Sine
kurang lebih 8 Km kearah barat dan berbatasan dengan Kabupaten sragen
Propinsi Jawa Tengah.Sumber air panas ketanggung ini muncul ditengah
aliran sungai sehingga menambah keunikan tersendiri bagi yang
melihatnya.Sumber air panas ini menurut cerita masyarakat sekitar
,bermanfaat sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit kulit.
Air Terjun Jumok
Air Terjun Jumok Terletak didesa Hargomulyo Kecamatan Ngrambe dari arah
selatan dari kecamatan Ngrambe.air terjun Jumok masih alami dengan
tanaman kiri kanan Pohon bamboo sehingga membuat suasana tenang ,nyaman
dan asri.untuk mencapai air terjun Jumok tersebut prasarana Jalan masih
batu Rabat untuk sampai kearah air terjun kurang lebih 1 Km dengan
berjalan kaki.
Air Terjun Suwono
Air Terjun Suwono Terletak di desa Hargomulyo kecamatan Ngrambe, Air
Terjun Suwono dengan ketinggian 20s/d30 m.dan air terjun ini bercabang
menjadi dua , suasananya yang alami membuat kita merasa damai,sejuk dan
asri terletak ditengah hutan pinus dan dari sana kita dapat memandang
perkebunan teh jamus.untuk mencapai air terjun suwono prasarana jalan
telah dirabat, dilanjutkan dengan berjalan kaki kurang lebih 1,5 km.
Waduk Sangiran
Waduk Sangiran terletak di desa Sumber Bening Kecamatan Bringin
Kabupaten Ngawi lokasinya merupakan perbukitan sehingga kita dapat
melihat pemandangan yang indah, selain waduk yang luas dengan potensi
ikan yang melimpah seperti tombro, bandeng, gabus, nila, patin. Disini
terdapat fasilitas seperti : Gasebo, Rumah Makan, Karamba, Perahu
Pemancingan dan Lokasi ini juga cocok untuk tempat out bond.
Museum Trinil
Museum tempat penyimpanan fosil manusia kera berjalan tegak atau yang
dikenal dengan Phitecantropus Erectus yang ditemukan oleh Dubois pada
tahun 1981 sampai dengan tahun 1892. Selain itu disitus ini juga
ditemukan fosil banteng dan gajah purba yang sangat berguna bagi
penelitian dan pendidikan khususnya dibidang sejarah kepurbakalaan.

Museum Trinil terletak di Desa Kawu Kecamatan Kedunggalar + 13 km
kearah kota Ngawi dan dapat dicapai dengan segala jenis kendaraan
bermotor.
Fasilitas yang ada adalah :
- Museum dan Pendopo peristirahatan
- Tempat cenderamata (souvenir)
- Diorama fosil purbakala lengkap dengan identitas dan dekskripsinya
- Mushola dan arena bermain anak
- Bumi perkemahan
- Toilet dan kamar mandi.
Monumen Soerjo
Disamping untuk mengenang gugurnya Gubernur Jawa Timur pertama yang
menjadi korban keganasan PKI 1948, monumen Soerjo juga merupakan obyek
wisata alam yang cukup menarik dengan pemandangan hutan jatinya.

Sedangkan fasilitas yang tersedia adalah :
- Hutan wisata patung Gubernur Soerjo dan tempat bermain anak.
- Ruang informasi dan tempat penjualan cenderamata.
- Arboretum dan pasar burung
- Sentra industri kerajinan sangkar burung
- Warung makan dan minum
- Tempat peristirahatan sementara yang sejuk.

Lokasi Pesanggrahan Srigati yang terletak 12 km arah barat
dayakotaNgawi, tepatnya di Desa Babadan Kecamatan Paron, dapat ditempuh
dengan berbagai macam kendaraan bermotor.
Pesanggrahan Srigati merupakan obyek wisata spiritual yang menurut
penduduk setempat adalah pusat keraton lelembut/makhluk halus. Dilokasi
ini terdapat petilasan Raja Brawijaya.
Pada hari-hari tertentu seperti Jum’at Pon dan Jum’at Legi pada
bulan Syuro, Pesanggrahan Srigati banyak dikunjungi oleh para pesiarah
untuk menyaksikan diselenggarakannya upacara ritual tahunan “Ganti
Langse” sekaligus melaksanakan tirakatan/semedi untuk ngalap berkah.

Rumah Peninggalan dr. KRT Radjiman Wediadinngrat ini merupakanm rumah
peninggalan tokoh pendiri dan pemrakarsa Badan Pergerakan Usaha
Persiapan KemerdekaanIndonesia.
Dirumah ini terdapat patung KRT Radjiman Wediadinngrat dan perabot,
alat-alat rumah tangga serta benda-benda pusaka milik KRT Radjiman
Wediadinngrat yang masih terawat dengan baik hingga kini.

Bangunan dengan luas ± 400 m2 yang terletak di lereng gunung Lawu
ini dibangun dengan menggunakan material 100% dari Batu. Batu-batu ini
disusun tanpa menggunakan bahan lain selain batu alam. Dibangun pada
Tahun 1977 dengan menggunakan peralatan yang sederhana batu-batu alam
tersebut dipotong dan kemudian disusun hingga terbentuklah rumah batu
ini. Didukung dengan suasana alam yang masih asri, rumah batu Hargomulyo
ini layak jadi pilihan wisata rekreasi untuk mengagumi arsitektur
cantik ini
Benteng Pendem / Van Den Bosch

Bangunan kuno itu berada di areal pertemuan aliran Bengawan Solo
dengan Sungai Madiun.Tepatnya,di Kelurahan Pelem,Kecamatan
Ngawi.Heritage yang berdiri di lahan 18 hektar itu menyuguhkan kemegahan
cagar budaya dengan mengadopsi arsitektur Belanda.Tembok dan tiang
penyangga masih berdiri kokoh.Begitu juga bangunan yang berada di
sekeliling benteng belum luntur dimakan jaman.Masih tampak jelas legenda
peninggalan pemerintahan Hindia Belanda yang dibangun pada tahun 1839
hingga 1845 oleh Gubernur Jenderal Defensieljn Van Den Bosch. Dipilihnya
lokasi itu sebagai pembangunan zona pertahanan memanfaatkan keberadaan
aliran Bengawan Solo dan Sungai Madiun.Sebab tak hanya memudahkan
sebagai sarana tranportasi,aliran bengawan dan sungai bisa berfungsi
memperlamban dan melumpuhkan pihak lawan bila melakukan
penyerangan.Begitu juga menara pengintai yang kebanyakan menghadap ke
arah bengawan dan sungai. Sejak tahun 1962,Benteng Van Den Bosch
dijadikan markas Yon Armed 12 yang sebelumnya berkedudukan di Kecamatan
Rampal,Kabupaten Malang.Kegiatan latihan militer dan kesatuan juga
dipusatkan di areal benteng. Meski awalnya yang menempati hanya 365
prajurit dengan komandan batalyon pertama Kapten Art Sumanto. Karena
kondisi bangunan tidak mendukung untuk perkembangan dan kemajuan
kesatuan,10 tahun kemudian Yon Armed 12 menempati lokasi anyar di Jalan
Siliwangi.Namun,sebagian areal benteng masih digunakan untuk gudang
persenjataan.Itulah yang mendasari kenapa selama puluhan tahun Benteng
Pendhem tertutup bagi umum. ”Baru tahun ini,gudang persenjataan baru
bisa dipindahkan ke kesatuan di Jalan Siliwangi.Sampai sekarang masih
kami lakukan perawatan secara rutin. Begitu juga bangunan lain yang
masih ada kaitannya dengan Benteng Pendhem,”terang Mayor Arm Sugeng
Riyadi Komandan Yon Armed 12 Ngawi,kepada koran ini. Karena dianggap
sebagai cagar budaya yang patut dilestarikan,Benteng Pendhem bakal
beralih fungsi. Yakni dijadikan potensi wisata sejarah.
Sumber :
http://id.wikipedia.org
http://www.ngawikab.go.id
http://www.sinarngawi.com
http://www.magetanindah.com
http://kotangawi.com